Peran Indonesia dalam perdagangan kuno
A. Kedatangan
Bangsa-Bangsa Barat ke Indonesia
1.
Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat
- Daya Tarik Indonesia bagi Bangsa-Bangsa Barat yaitu Rempah – rempah
- Gold, Glory, Gospel (Kekayaan, Kejayaan, Penyebaran
Agama)
- Revolusi Industri
Berkembangnya revolusi industri
menyebabkan bangsa-bangsa Barat memerlukan bahan baku yang lebih banyak. Mereka
juga memerlukan daerah pemasaran untuk menjual hasil-hasil industrinya
- Kisah
perjalanan Marcopolo (1254-1324) seorang pedagang dari Venesia
- Jatuhnya
Konstantinopel, ibukota Romawi Timur ke tangan Kesultanan Turki pada tahun 1453
- Penemuan
Copernicus yang didukung oleh Galileo
Galilei yang menyatakan bahwa bumi itu bulat.
2. Kedatangan
bangsa Eropa
- Bangsa Portugis
Alfonso d’Albuquerque ia bersama armadanya berhasil menguasai Malaka
pada tahun 1511. Tahun 1512 Portugis sudah berhasil menguasai Ternate,
b.
bangsa
Spanyol di Indonesia
Tujuan kedatangan bangsa Spanyol ke Indonesia sama dengan tujuan bangsa Portugis, yaitu mencari
kekayaan, menyebarkan agama
Nasrani, dan mencari daerah jajahan.
Pada tanggal 8 Nopember 1521, kapal dagang Spanyol berlabuh di Maluku
Utara, setelah melalui Filipina. Kemudian langsung ke Tidore. Di sini bangsa
Spanyol diterima baik oleh
rakyat Tidore.
Perjanjian Saragosa
Portugis dan Spanyol terlibat perang di Eropa. Agar tidak terjadi perang
di daerah jajahan maka dibuat perjanjian Saragosa yang isinya :
a) Bumi dibagi atas dua pengaruh, yaitu
pengaruh bangsa Spanyol dan Portugis.
b) Wilayah kekuasaan Spanyol membentang
dari Mexico ke arah barat sampai kepulauan Filipina dan wilayah kekuasaan
Portugis membentang dari Brazillia ke arah timur sampai kepulauan Maluku.daerah
disebelah utara garis saragosa adalah penguasaan portugis.
c.
Bangsa
Inggris di Indonesia
Inggris mendirikan kongsi dagang yang diberi nama East Indian Company
(EIC) pada tahun 1600. Pada tahun 1811, Thomas Stamford Raffles telah berhasil merebut seluruh
wilayah kekuasaan Belanda di Indonesia.
- Bangsa
Belanda di Indonesia
Belanda datang pertama kali ke Indonesia pada tahun 1596, di bawah pimpinan
Cornelis de Houtman, dan berhasil mendarat di Pelabuhan Banten.
Pada tanggal 20 Maret tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang
bernama VOC (Vereenigde Oost Indische
Compagnie) dengan tujuan sebagai berikut.
1. Menghilangkan persaingan yang
merugikan para pedagang Belanda.
2. Menyatukan tenaga untuk menghadapi
persaingan dengan bangsa Portugis dan pedagang-pedagang lainnya di Indonesia.
3. Mencari keuntungan yang
sebesar-besarnya untuk membiayai perang melawan Spanyol.
VOC diberi hak-hak istimewa oleh
pemerintah Belanda, yang dikenal dengan Hak Octroi meliputi
hal-hal berikut ini.
1. Monopoli
perdagangan.
2. Mencetak
uang dan mengedarkan uang.
3. Mengangkat
dan memberhentikan pejabat.
4. Mengadakan
perjanjian dengan raja-raja lokal.
5. Memiliki
tentara untuk mempertahankan diri.
6. Mendirikan
benteng dan pusat pertahanan.
7. Menyatakan
perang dan damai.
8. Mengangkat
dan memberhentikan penguasa-penguasa setempat.
Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC
dalam melaksanakan monopoli perdagangan antara lain sebagai berikut.
1. Verplichte
Leverantie, yaitu penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang telah
ditetapkan VOC. Peraturan ini juga melarang rakyat menjual hasil buminya selain
kepada VOC.
2. Contingenten,
yaitu kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi.
3. Peraturan
tentang ketentuan areal dan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam.
4. Ekstiparsi,
yaitu hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah agar tidak terjadi kelebihan
produksi yang dapat menyebabkan harganya merosot.
5. Pelayaran Hongi, yaitu
pelayaran dengan perahu kora-kora (perahu perang) untuk mengawasi pelaksanaan
monopoli perdagangan VOC dan menindak keras pelanggarnya.