Dampak Globalisasi
a. Dampak Positif Globalisasi
1) Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Globalisasi membawa masyarakat melakukan penyesuaian terhadap perubahan sosial budaya. Hal ini dapat dilihat dari minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan yang semakin besar.
2) Meningkatnya Efektivitas dan Efisiensi
Efektivitas dapat diartikan sebagai
pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan yang telah diinginkan. Cara
yang tepat dan sesuai dengan yang diinginkan maka disebut efektif.
Efisien dapat diartikan sebagai tepat, cermat, berdaya guna, dan
bertepat guna dalam melakukan sesuatu. Dengan kata lain efektif adalah melakukan
tugas yang benar sedangkan efisien adalah melakukan tugas dengan tepat. Pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan efektifitas dan
efisiensi
3) Perekonomian Suatu Negara Semakin Meningkat
Globalisasi ekonomi tampak antara lain di bidang perdagangan,
produksi, investasi, ideologi organisasi, pasar modal, dan pasar kerja.
Globalisasi perekonomian ini mampu membawa banyak manfaat positif. Salah satu
dampak positif kehadiran globalisasi ekonomi adalah semakin berkembang dan menggeliatnya
perekonomian sebuah negara. Hal ini salah satunya karena
semakin banyak modal yang masuk ke sebuah negara. Indonesia juga
menjadi salah satu sasaran dunia internasional sebagai tempat
terbaik untuk berinvestasi, terutama untuk sektor pertambangan, pertanian dan industry.
4) Meningkatnya Taraf Hidup Masyarakat
Pengaruh positif dari globalisasi yang sebelumnya dibahas adalah meningkatkan perekonomian sebuah negara. Meningkatnya perekonomian suatu negara pada akhirnya dapat membuat peningkatan taraf hidup masyarakat. Dunia yang tanpa batas saat ini memungkinkan seseorang untuk berusaha meningkatkan taraf hidup dan keluarganya. Tidak sedikit warga negara kita yang bekerja di luar negeri untuk membiayai kebutuhan keluarganya di dalam negeri.
5) Komunikasi Semakin Cepat dan Mudah
Saat ini komonikasi sudah bergeser diantaranya dengan surat elektronik (e-mail), internet, telepon, media jejaring sosial, dan sebagainya. Saat ini media komunikasi tersebut lebih disukai masyarakat karena dianggap lebih cepat dan murah.
6) Berkembangnya Dunia Pariwisata
Globalisasi berdampak positif bagi perkembangan dunia pariwisata
di suatu
negara, tak terkecuali di Indonesia. Tempat-tempat wisata di
Indonesia
semakin dikenal masyarakat dunia lewat berbagai teknologi
seperti
internet dan media sosial lainnya. Kesenjangan jarak tidak lagi
menjadi
masalah karena didukung dengan kemudahan sesama transportasi.
7) Perkembangan Alat Komunikasi dan Keterbukaan Informasi
Kita dimudahkan oleh media internet. Selain itu kita juga mendapatkan informasi lebih bebas, terbuka, dan mudah. Keterbukaan dan kebebasan informasi sangatlah penting terutama di masa globalisasi seperti sekarang. Saat ini informasi beredar secara global dan cepat. Berita, kejadian, atau hal-hal yang ada di belahan dunia mana pun, dalam hitungan menit setelah peristiwa terjadi dapat kita peroleh informasinya. Informasi yang masuk dan keluar tidak bisa dibendung. Akses informasi semakin terbuka lebar, masyarakat bisa mendapatkan berbagai informasi dengan mudah dan cepat.
b. Dampak Negatif Globalisasi
1) Westernisasi
Westernisasi adalah suatu perbuatan seseorang yang mulai kehilangan nasionalisme dengan meniru atau melakukan aktivitas kebarat-baratan. Westernisasi dilakukan di antaranya dengan cara meniru gaya hidup bangsa Barat seperti bangsa Eropa dan Amerika. Padahal, kalau kita cermati, gaya hidup dan perilaku bangsa Barat belum tentu sesuai dengan budaya kita.
2) Demoralisasi
Globalisasi menyebabkan nilai-nilai sosial masyarakat memudar. Masyarakat mulai meninggalkan nilai dan norma sosial mereka. Memudarnya nilai dan norma sosial ini pada akhirnya dapat menyebabkan munculnya dekadensi moral atau demoralisasi. Dekadensi moral atau demoralisasi adalah menurunnya atau erosotnya akhlak atau moral seseorang. Ciri dari penurunan moral ini salah satunya ditunjukkan dari perilakunya yang bertentangan dengan nilai dan norma dalam masyarakat. Demoralisasi yang banyak kita jumpai saat ini antara lain pembunuhan, pencurian, korupsi, dan pergaulan bebas dan Tindakan kriminalitas lainnya.
3) Kesenjangan Sosial Ekonomi
Kesenjangan sosial ekonomi adalah perbedaan yang tajam antara satu kelompok dengan kelompok lain dalam bidang sosial dan ekonomi.
Kesenjangan sosial ekonomi dapat terjadi karena pembangunan dan modernisasi tidak dilaksanakan secara merata dan berimbang. Ketidakmerataan pembangunan menyebabkan hasil pembangunan yang diterima masyarakat belum merata. Hasil-hasil yang dicapai dalam pembangunan dan globalisasi hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat saja.
4) Kriminalitas
Kriminalitas yang semakin merajalela adalah dampak lanjutan dari
segala
macam masalah sosial yang muncul di masyarakat.
Kejahatan lintas negara dipandang sebagai salah satu ancaman serius dalam keamanan global.
Faktor penyebab terjadinya kriminalitas adalah:
(a) pertentangan dan persaingan,
(b) perbedaan ideologi politik,
(c) kepadatan dan komposisi penduduk,
(d) perbedaan kekayaan dan pendapatan, dan
(e) mentalitas yang labil.
5) Pencemaran Lingkungan
Masuknya perusahaan asing dan pembangunan sebagai proses dari
globalisasi telah membawa perubahan pula dalam lingkungan alam.
Berbagai kemudahan telah kita rasakan sebagai dampak dari globalisasi. Namun demikian
proses globalisasi yang tidak dibarengi dengan analisis masalah dan dampak
lingkungan (AMDAL) sering menimbulkan malapetaka, yakni berupa pencemaran
lingkungan.
6) Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja disebut juga dengan istilah juvenille
deliquency.
Kartini Kartono (1992) menjelaskan bahwa kenakalan remaja atau
juvenile.
Delincuency sebagai gejala patologis sosial pada remaja yang
disebabkan oleh perilaku yang menyimpang. Kenakalan remaja juga dapat diartikan
sebagai semua perbuatan anak remaja (usia belasan tahun) yang perlawanan dengan
ketertiban umum (nilai dan norma yang diakui masyarakat) yang ditujukan pada
orang, binatang, dan atau barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau
kerugian pada pihak lain. Kenakalan remaja lebih banyak dipicu oleh sifat atau
kepribadian jiwa remaja yang masih labil dan mencari jati diri.
Bentuk-bentuk kenakalan remaja di antaranya adalah seperti.
(a) Kenakalan remaja yang menimbulkan korban fisik pada orang lain, seperti perkelahian, perampokan, pembunuhan.
(b) Kenakalan remaja yang menimbukan korban materi, seperti
perusakan,
pencurian, pencopetan, pemerasan.
(c) Kenakalan remaja yang tidak menimbulkan korban di pihak lain, seperti penyalahgunaan narkoba.
(d) Kenakalan yang melawan status, sebagai pelajar dengan cara membolos, mengingkari status sebagai anak dengan cara pergi dari rumah atau membantah perintah orang tua.
(e) Kenakalan remaja nonkriminal adalah remaja yang cenderung tertarik pada kesenangan yang sifatnya menyendiri, apatis terhadap kegiatan masyarakat atau sekolah, melamun, mudah tersinggung, dan sebagainya.
(f) Perasaannya sangat peka dan mudah terluka, cepat tersinggung dan
membesar-besarkan kekurangannya sendiri.
Gejala dari kenakalan remaja bentuk tersebut di antaranya adalah
seperti
berikut:
(a) mengebut di jalan.
(b) membentuk kelompok-kelompok dengan aturan tidak etis, misalnya kelompok pergaulan bebas.
(c) membentuk kelompok yang cenderung membawa ke arah destruktif,seperti kelompok tawuran, pemerasan.
(d) Pengedaran gambar, atau VCD porno di kalangan anak remaja.
(e) Memakai, mengedarkan, dan memasuki jaringan pemakaian narkoba dan obat-obat terlarang.
(f) Tindakan indisipliner di sekolah, di rumah, di tempat umum, misalnya tidak masuk sekolah, membolos, tawuran, tidak patuh pada orang tua, dan guru.
(g) Mencoret-coret dan merusak fasilitas umum.
(h) Melakukan tindakan penyimpangan seksual yang tidak sesuai dengan nilai-nilai serta norma yang berlaku, misalnya pemerkosaan, pencabulan, kumpul kebo dan sebagainya.
(i) Melakukan tindakan kriminal misalnya: mencuri, merampok, membunuh dan sebagainya.
Tahukah kamu mengapa para
remaja melakukan kenakalan remaja?
Penyebab kenakalan remaja secara umum dapat dikelompokkan
menjadi dua:
(a)
Faktor Intern
Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari dalam diri
remaja tersebut. Seperti :
(1) Krisis Identitas
(2) Faktor Kepribadian
Kepribadian yang tidak dapat dibentuk dengan baik akan
mengarahkan remaja untuk melakukan kenakalan dan tindakan menyimpang dari nilai
dan norma yang berlaku.
(3) Faktor status dan peranannya dalam masyarakat
Tindakan menyimpang terhadap hukum yang pernah dilakukan anak mendorong
kembali si anak melakukan penyimpangan. Seorang anak yang pernah berbuat
menyimpang terhadap hukum yang berlaku, sering kali pada saat kembali ke
masyarakat status atau sebutan “eks atau mantan atau bekas” yang diberikan oleh
masyarakat sulit terhapuskan sehingga anak tersebut kembali melakukan tindakan
penyimpangan hukum karena merasa tertolak dan terasingkan.
(b)
Faktor Ekstern
Faktor ekstern merupakan faktor-faktor penyebab yang berasal dari luar
diri remaja, seperti :
a.
Kondisi Lingkungan Keluarga
Kondisi orang tua di lingkungan keluarga dapat menyebabkan
terjadinya kenakalan remaja. Misalnya saja, orang tua yang disibukkan
oleh karir dan pekerjaaan, menjadi kurang perhatian dan memberikan kasih sayang
kepada anak. Selain itu, kesibukan mereka mengakibatkan kurangnya proses
dialogis dan komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Penyebab kenakalan
remaja pada anak dari keluarga mampu atau kaya bukan terletak pada materi,
tetapi lebih pada kurangnya kasih sayang dan perhatian. Sementara pada keluarga
yang kurang mampu, penyebab kenakalan remaja adalah kurangnya perhatian orang
tua karena sibuk mencari nafkah, ketidakmampuan untuk rekreasi, kondisi
perumahan yang tidak memenuhi syarat, ketidakmampuan orang tua menyekolahkan
anak, suatu pengaruh
seseorang memiliki daya beli bukan karena faktor kebutuhan,
tetapi
takut akan sebutan ketinggalan zaman dan hanya untuk memenuhi
gaya hidup dan sebagainya.
b.
Kontak Sosial dari Lembaga
Masyarakat Kurang Baik
Apabila sistem pengawasan lembaga-lembaga sosial masyarakat terhadap
pola perilaku anak muda sekarang kurang berjalan dengan baik, akan memunculkan
tindakan penyimpangan terhadap nilai dan norma yang berlaku. Misalnya, mudah
mentoleransi tindakan anak muda yang menyimpang dari hukum atau norma yang
berlaku, seperti mabuk-mabukan yang dianggap hal yang wajar, tindakan perkelahian
antara anak muda dianggap hal yang biasa saja. Sikap kurang tegas dalam
menangani tindakan penyimpangan perilaku ini akan makin meningkatkan kuantitas
dan kualitas tindak penyimpangan dikalangan anak muda.
c.
Kondisi Geografis atau Kondisi
Alam Fisik
Kondisi geografis yang tidak subur, kering, tandus dapat juga
menjadi penyebab seorang remaja melakukan tindakan menyimpang, terlebih pada
individu yang bermental negatif. Tindakan kenakalan remaja akibat dari kondisi
ini, misalnya melakukan pencurian, mengganggu keamanan untuk mendapatkan apa
yang mereka inginkan, melakukan pengrusakan.
d.
Faktor Kesenjangan Ekonomi dan
Disintegrasi Politik
Kesenjangan yang nyata dan tampak antara orang kaya dan orang miskin
menyebabkan kecemburuan sosial yang dapat diwujudkan dalam bentuk tindakan
perusakan, pencurian, dan perampokan.
Disintegrasi politik (perang, konflik antarparpol dan
sebagainya) dapat memengaruhi jiwa remaja yang kemudian bisa menimbulkan tindakan
penyimpangan.
7) Individualisme yang Semakin Tinggi
Individualisme bisa disebut sebagai perilaku yang mementingkan diri sendiri dan tidak mau tahu urusan atau kepentingan orang lain.
Di kota besar, sikap individualisme tampak jelas, bahkan dengan jarak tetangga yang berdekatan belum tentu saling mengenal. Hal tersebut terjadi karena sosialisasi yang dilakukan berdasarkan kepentingan semata. Kalangan generasi muda di desa juga mulai memiliki sikap individualis yang tinggi. Kepedulian terhadap sesama tampak mulai memudar sebagai salah satu gejala dari perilaku ini.
Upaya Menghadapi Globalisasi
a. Upaya Menghadapi Gobalisasi Budaya
Adapun cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi globalisasi di bidang budaya adalah :
1) Menyaring setiap budaya asing yang masuk ke Indonesia untuk kemudian diadaptasi dan digunakan bersama-sama.
2) Mempromosikan budaya asli Indonesia ke kancah internasional untuk menumbuhkan rasa cinta budaya Indonesia.
3) Menyukai dan menggunakan produk-produk asli Indonesia.
4) Memperkuat persatuan dan kesatuan antar warga Indonesia yang memiliki budaya beragam untuk bersatu melindungi budaya asli Indonesia agar tidak luntur terbawa arus globalisasi juga tidak hilang karena diklaim negara lain.
5) Mematenkan setiap budaya Indonesia serta mempublikasikannya agar tetap terjaga dan menjadikan masyarakat Indonesia bangga memilikinya.
6) Berpegang teguh pada nilai religius, spiritual dan memupuk rasa kebhinekaan agar Indonesia tetap berjaya dengan budayanya.
7) Meningkatkan kualitas nilai keimanan dan moralitas masyarakat.
b. Upaya Menghadapi Globalisasi IPTEK
Upaya yang dapat dilakukan diantaranya adalah :
1) Berkompetisi dalam kemajuan iptek.
2) Meningkatkan motif berprestasi.
3) Meningkatkan kualitas/mutu Sumber Daya Manusia terutama di bidang penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi agar kita mampu bersaing.
4) Selalu berorientasi ke masa depan.
5) Meningkatkan penguasaan kita terhadap teknologi modern di segala bidang sehingga tidak tertinggal dan bergantung pada bangsa lain.
c. Upaya Menghadapi Globalisasi Ekonomi
Beberapa upaya yang harus dilakukan dalam menghadapi globalisasi dalam bidang ekonomi adalah :
1) Menyiapkan SDM yang kompeten, kompetitif dan memiliki kemampuan yang baik dalam menghadapi kompetisi globalisasi.
2) Melaksanakan standarisasi dan sertifikasi bagi perusahaan dan Lembaga pemerintah untuk citra, kesungguhan dan kualitas produk.
3) Menghilangkan praktek-praktek korupsi, kolusi, nepotisme dan manipulasi.
4) Mendorong pengusaha-pengusaha lokal khususnya pengusaha kecil dan menengah untuk berkompetisi secara sehat.
5) Mendorong munculnya produk-produk kreatif dan inovatif dari masyarakat Indonesi
d. Upaya Menghadapi Globalisasi Komunikasi
Upaya yang dapat dilakukan dalam upaya menghadapi globalisasi di bidang komunikasi :
1) Memilih dan memanfaatkan alat komunikasi secara tepat dan sebaikbaiknya sesuai dengan fungsi dan kebutuhan.
2) Memanfaatkan alat komunikasi demi kemajuan masa depan dan tidak menyalah gunakannnya.
3) Memilih informasi dengan tepat dan bijaksana agar tidak mudah terpengaruh dan terhasut oleh informasi yang salah.
e. Upaya Menghadapi Globalisasi Tranportasi
Cara menghadapi agar globalisasi di bidang transportasi lebih tepat dan efisien :
1) Memanfaatkan alat transportasi sesuai dengan jarak dan waktunya.
2) Menggunakan alat transportasi tidak berlebihan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.
3)
Menjaga keberadaan alat
transportasi lokal sebagai salah satu khasanah
budaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar