Powered By Blogger

Jumat, 09 Oktober 2020

Indonesia sebagai anggota ASEAN

 

 

Negara negara Anggota ASEAN


1. Indonesia


A. Keadaan Alam

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Data dari Badan Informasi Geospasial (BIG) menunjukkan bahwa jumlah pulau mencapai 13.466, luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2

B. Letak dan Batas

Indonesia terletak di antara 95o BT–141o BT dan antara 6o LU–11o LS dan persilangan dua benua dan dua samudra. Secara geologis, Indonesia merupakan daerah pertemuan antara dua deretan pegunungan, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Medit

Selain itu, Indonesia juga merupakan pertemuan antara lempeng Asia, Indo-Australia, dan lempeng dasar Samudra Pasifik. Akibatnya,Indonesia dikelompokkan sebagai daerah yang labil, memiliki banyak gunung berapi, dan sering terjadi gempa bumi, baik gempa tektonik maupun vulkanik.

 Akibatnya,Indonesia dikelompokkan sebagai daerah yang labil, memiliki banyak gunung berapi, dan sering terjadi gempa bumi, baik gempa tektonik maupun vulkanik.

C. Iklim

Indonesia memiliki iklim tropis karena terletak pada 23½o LU –23½o LS 


D. Bentang Alam

1. Pegunungan

Indonesia memiliki dua deretan pegunungan besar, yaitu Sirkum Pasifik,melalui Sulawesi, Maluku, Irian, dan Halmahera. Sirkum Mediterania, yang meliputi dua jalur/busur, yaitu busur dalam yang bersifat vulkanis dan busur luar yang nonvulkanis. 


2. Dataran Tinggi / Plato atau Plateau

Beberapa dataran tinggi di Indonesia yang terkenal, antara lain dataran tinggi Dieng, dataran tinggi Magelang, Malang, dan dataran tinggi Bandung.


3. Dataran rendah / Plains

Dataran rendah adalah bagian permukaan bumi yang tanahnya hampir  rata.Ketinggiannya 0–200 meter dari permukaan air laut (mdpal). Dataran  rendah juga banyak dijumpai di daerah aliran sungai. 


4 Peneplain

Daerah yang semula berelief kasar namun karena adanya  proses perombakan batuan/lapisan atas permukaan bumi oleh tenaga dari  luar bumi (eksogen) yang berlangsung lama sehingga bentang alam sisanya (denudasi) berubah menjadi relatif datar disebut peneplain. Sisa-sisa permukaan bumi hasil erosi yang berbentuk batuan yang menonjol yang disebut monadnock; ditemukan di beberapa tempat antara lain di Pulau Bangka dan Belitung.


5. Depresi

Depresi adalah bagian permukaan bumi yang mengalami penurunan. Bentuk depresi yang memanjang disebut slenk, sedangkan bentuk depresi yang membulat disebut basin.

Contoh depresi di daratan Indonesia adalah depresi Serayu yang memanjang dari Cilacap–Purwokerto–Wonosobo dan depresi Lembah Semangkok yang memanjang dari utara Pulau Sumatra hingga selatan Pulau Sumatra. 

 

 

 

 

Relief dasar laut

Beberapa contoh relief dasar laut di Indonesia adalah sebagai berikut:

(a) Palung Laut. Contohnya palung laut Mindanau dan palung laut Kai.

(b) Lubuk Laut. Contohnya Lubuk laut Sulu dan Lubuk Laut Banda.

(c) Punggung Laut. Contohnya Punggung Laut Siboga, Snelius.

(d) Gunung Laut. Contoh: Krakatau.

(e) Ambang Laut. Contohnya Ambang laut Sulu, Gibraltar.

(f) Dangkalan (shelf). Contohnya Laut Jawa, Laut Arafuru.       

E. Keadaan Perairan

Perairan merupakan bagian terbesar dari luas wilayah Indonesia, yang meliputi laut, sungai, danau, dan air tanah.  Berbagai jenis ikan tersebut banyak dijumpai pada laut transgresi dengan kedalaman kurang dari 200 meter. Letak laut transgresi ini meliputi bagianbarat (paparan Sunda) Indonesia dan bagian timur (paparan Sahul). Hasil laut seperti teripang dan mutiara banyak dijumpai pada laut bagian tengah sebagai hasil proses ingresi.

Secara umum, sumber air sungai-sungai Indonesia berasal dari air hujan sehingga disebut sungai hujan atau sungai periodik.

Pada beberapa sungai lain, sumber airnya berasal dari salju (gletser) dan air hujan yang disebut hujan episodik, seperti Sungai Memberamo dan Sungai Digul di Papua.

 Beberapa sungai di pulau-pulau besar seperti Sumatra dan Kalimantan dapat dilayari dengan alat transportasi air,seperti perahu, speed boat, dan kapal. Contoh: Sungai Musi di Sumatra, dan Sungai Barito di Kalimantan.

Danau di Indonesia pada umumnya menjadi tempat penampungan air. Selain itu,digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik, tempat rekreasi, irigasi, dan perikanan darat.  

 

F. Penduduk Indonesia

Sebagian besar pendudukIndonesia tinggal di Pulau Jawa, disusul Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.  Etnis Jawa merupakan suku bangsa dengan penduduk paling banyak (± 45%)di Indonesia. Berikutnya adalah suku Sunda (8%), suku Madura (7%), dan sisanya suku bangsa lain. Dalam berinteraksi, rakyat Indonesia menggunakan bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu sebagai bahasa resmi. Bahasa keseharian setiap sukubangsa menggunakan bahasa sukunya masing-masing (bahasa ibu). Sebagian besar rakyat Indonesia memeluk agama Islam, yaitu 88% dari jumlah penduduk

Masalah kependudukan di Indonesia adalah :

1. Kepadatan yang tidak merata,

2. penyebaran yang timpang,

3. komposisi penduduk yang sebagian besar berusia muda,

4. terbatasnya lapangan pekerjaan,

5. kurangnya penguasaan teknologi,

6. jumlah penduduk yang besar.

7. kesenjangan sosial yang tinggi

G. Perekonomian 

1. Ekspor Indonesia mengandalkan sektor minyak dan gas (migas) sertahasil sumber daya alam berupa bahan-bahan mentah, seperti hasil hutan (kayu,rotan, karet dan lain-lain), tekstil, serta hasil pertanian dan perikanan (beras,udang, dan hasil laut).

2. Impor Indonesia berupa perkakas industri, farmasi dan kimia, barang-barang elektronik, dan otomotif 

H. Sumber Daya Alam 

Sumber daya alam Indonesia terutama berupa hasil tambang, pertanian, dan bahan baku industri. Hasil Tambang utama:

         minyak bumi di Pulau Sumatra (Aceh,Riau, dan Muara Enim) dan di Pulau Jawa (Cepu dan Surabaya);

         batu bara di Pulau Kalimantan; timah di Pulau Bangka, Singkep, dan Riau Daratan; bijih emas di Papua; serta bijih besi di Cilacap, Lampung, dan Derawan;

         intan di Martapura(Kalimantan Selatan).

Adapun hasil pertaniannya berupa padi, jagung, kelapa, tebu, pisang, abaca(sisal/serat), tembakau, nanas, dan ikan.  

 

I. Kerja Sama

Kerja sama yang dilakukan oleh Indonesia berlangsung secara

  •  bilateral : kerja sama antar dua negara. ( Indonesia -Malaysia, Indonesia-Jepang, Indonesia-Amerika )
  •  regional : kerja sama negara negara dalam satu kawasan. contohnya ASEAN, APEC, MEA.
  • multilateral : kerja sama dengan berbagai negara dalam organisasi internasional. Contoh PBB, GNB ( gerakan Non Blok ), KAA, WHO, UNICEF, UNESCO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar