MOBILITAS SOSIAL
Pengertian Mobilitas Sosial
Mobilitas berasal dari bahasa Yunani ; Mobilis artinya mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat lain”
Sosial mempunyai makna “Seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial”
Pengertian mobilitas sosial :
“Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain”
“Seseorang yang mengalami perubahan kedudukan (status) sosial dari suatu lapisan ke lapisan lain baik menjadi lebih tinggi maupun menjadi lebih rendah dari sebelumnya atau hanya berpindah peran tanpa mengalami perubahan kedudukan”
Bentuk-bentuk mobilitas sosial
1. Mobilitas vertikal
Perpindahan seseorang atau kelompok dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat, baik pindah ke tingkat yang lebih tinggi (social climbing) maupun turun ke tingkat lebih rendah (social sinking).
Mobilitas vertikal dibagi menjadi :
• Social climbing adalah mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang atau naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial yang lebih tinggi.
Contoh : - Karyawan yang naik pangkat menjadi kepala cabang
- Seseorang yang terpilih menjadi kepala desa
• Social sinking merupakan proses penurunan status atau kedudukan seseorang.Proses social sinking sering kali menimbulkan gejolak kejiwaan bagi seseorang karena ada perubahan pada hak dan kewajibannya
Contoh : - Kepala kantor yang pensiun.
- Pengusaha yang mengalami kebangkrutan
2. Mobilitas horizontal
Perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama. Mobilitas horizontal merupakan peralihan individu atau objek-objek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Pada mobilitas horizontal, tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang.”
Contoh : - Kepala Sekolah SMPN 1 dipindah ke SMPN 9
- Kepala cabang BRI Tumbang Titi dipindahkan menjadi kepala Cabang
BRI
Sanda.
Faktor-Faktor Pendorong
a. Faktor Struktural
Struktur masyarakat Indonesia sangatterbuka. Orang miskin dapat mengalami mobilitas sosial setinggi-tingginya,bahkan menjadi presiden.
b. Faktor Individu
Setiap individu memiliki perbedaan dalam hal sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang mempengaruhi keberhasilan seseorang
c. Faktor Sosial
Ketidakpuasan akan status sosial mendorong manusia untuk terus berjuang segigih-gigihnya meningkatkan status sosialnya.
d. Faktor Ekonomi
Masyarakat yang kondisi ekonominya baik, cenderung lebihmudah melakukan mobilitas sosial. Dengan kondisi ekonomi yang baik merekamudah untuk memperoleh modal, pendidikan, dan kesempatan lainnya.
e. Faktor Politik
Kondisi negara aman dan damai sehingga para pemimpin dapat menjalankan rodapembangunan dengan baik. Semua rakyatberperan aktif dalam pembangunan. Dibandingkan dengan negara yang sedang dalam konflik atau perang.
f. Kemudahan dalam Akses Pendidikan
Pendidikan berkualitas mudah didapat, tentu mudah juga bagi oranguntuk melakukan pergerakan/mobilitas dengan berbekal ilmu yang diperolehnya.Sebaliknya, kesulitan dalam mengakses pendidikan yang bermutu menjadikan orang tak menjalani pendidikan yang bagus, serta sulit untuk mengubah status karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan. Bandingakan daerah yang pendidikannya sudah maju dengan daerah yang pendidikannya belum maju.
Pemerintah memajukan pendidikan dengan berbagai cara antara lain :
• memberikan beasiswa kepada masyarakat miskin
• Program BOS ( bantuan operasional sekolah )
• Pemerataan pendidikan di daerah 3 T ( terdepan, terpencil, terbelakang )
Faktor Penghambat
a. Kemiskinan
Bagi masyarakat miskin,mencapai status sosial tertentu merupakan hal sangat sulit. Salah satu penyebab kemiskinan adalah pendidikan yang rendah.
b. Diskriminasi
Diskriminasi berarti pembedaan perlakuan karena alasan perbedaan bangsa,suku, ras, agama, golongan. Diskriminasi akan menyebabkan kelompok tertentu mengalami kesulitan dalam meningkatkan status sosial.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar