IPS 9 BAB III. Ketergantungan
Antarruang dan Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Masyarakat
A. PERDAGANGAN INTERNASIONAL
1. Pengertian
Perdagangan Intenasional diartikan sebagai hubungan tukar-menukar barang atau jasa yang saling menguntungkan antara suatu negara dengan negara lain.
2. Teori-Teori Perdagangan Internasional
a Teori keunggulan mutlak (Adam Smith)
Suatu negara disebut memiliki keunggulan mutlak dari negara lain jika negara tersebut memproduksi barang atau jasa yang tidak dapat diproduksi oleh negara lain
b. Teori keunggulan Komparatif (David Ricardo)
Suatu negara disebut memiliki keunggulan komparatif dari negara lain jika negara tersebut mampu memproduksi lebih banyak barang atau jasa dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya.
3. Faktor-Faktor Penyebab dan Pendorong Timbulnya Perdagangan Internasional.
Penyebab terjadinya perdagangan antar negara adalah tidak adanya negara yang dapat memenuhi semua kebutuhan negaranya sendiri. Barang yang dihasilkan oleh negara yang satu berbeda dengan barang yang dihasilkan oleh negara lain. Perbedaan inilah yang menimbulkan pertukaran hasil antara satu negara dan negara lain.
Faktor pendorong :
a. Perbedaan sumber daya alam yang dimilliki oleh suatu negara.
b. Efisiensi (Penghematan Biaya Produksi)
c. Perbedaan tingkat lualitas sumber daya manusia
d. Perbedaan Budaya suatu bangsa
e. Perbedaaan penguasaan tingkat teknologi yang digunakan
f. Selera
Faktor lain yang
juga berpengaruh yakni faktor sosial, politik, perbedaan upah dan
biaya produksi dan pertahanan keamanan
(hankam)
4.
Manfaat
Perdagangan Internasional
- Setiap negara
dapat memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa. Sehingga masyarakat dapat meningkatkan kualitas
konsumsi
- Setiap
negara dapat menciptakan spesialisasi produk yaitu membuat barang produksi
yang khusus yang memiliki ciri khas yang tidak dapat dihasilkan oleh
negara lain.
- Penduduk
dari negara yang melakukan perdagangan akan mendapatkan barang dengan
mudah dan harga murah. Menstabilkan
harga-harga barang kebutuhan.
- Mendorong
kegiatan produksi. Setiap negara berusaha memperluas pemasaran barang
hasil produksi. Apabila pemasaran semakin luas, maka produksi dapat
ditingkatkan sehingga permintaan terpenuhi.
- Setiap
negara dapat meningkatkan hubungan persahabatan antarnegara.
- Kegiatan
produksi dapat meningkatkan sehingga perusahaan bertambah maju dan membuka
kesempatan kerja.
- Pendapatan
negara meningkat melalui perolehan devisa hasil ekspor.
- Mendorong
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi karena masingmasing negara ingin
meningkatkan kualitas dan kuantitas barang.
- Mendorong
pertumbuhan ekonomi dan menyerap banyak tenaga kerja sehingga dapat
mengurangi pengangguran
- Mempercepat transfer teknologi
B. VALUTA ASING
1. Pengertian
Mata uang asing yang dipakai sebagai alat pembayaran luar negeri disebut valuta asing.
2. Ragam Valuta Asing
Beberapa contoh valuta asing di dunia yaitu:
·
Dolar (US$) Amerika Serikat
·
Riyal (R/SR) Arab Saudi
·
Poundsterling (£) Inggris
·
Yen (¥) Jepang
·
Euro (€) Uni Eropa
C.
KURS VALUTA ASING
1. Pengertian
Kurs adalah perbandingan
nilai mata uang asing terhadap mata uang dalam negeri.
2. Macam-Macam Kurs
a.
Kurs beli, adalah kurs yang diberlakukan oleh bank apabila bank
membeli mata uang asing.
Kurs ini dipakai pada waktu kita menukarkan uang
asing dgn Rupiah ke bank/money changer
b.
Kurs jual, adalah kurs yang diberlakukan oleh bank apabila bank
menjual mata uang asing.
Kurs ini dipakai pada waktu kita
membeli mata uang asing ( menukar Rupiah dengan mata uang asing )
c.
Kurs tengah, adalah kurs rata-rata antara kurs beli dan kurs jual
.
D. CARA PEMBAYARAN INTERNASIONAL
Devisa
Devisa adalah semua barang yang dapat digunakan sebagai alat
pembayaran internasional dan dapat diterima di dunia internasional.
Orang membayar transaksi perdagangan internasional dengan menggunakan valuta
asing dan wesel asing. Wesel asing adalah surat perintah untuk membayar
sejumlah uang kepada pihak yang namanya tercantum pada wesel di saat jatuh
tempo.
Devisa befungsi sebagai:
- Alat pembayaran antar negara / internasional
- alat tukar internasional
- penimbun dan pengukur kekayaan negara
- cadangan moneter / keuangan negara
- Devisa Umum : digunakan dalam transaksi perdagangan internasional
- Devisa kredit : digunakan dalam kegiatan pinjam meminjam antar negara
Sumber Devisa
- Ekspor barang dan jasa
- Pinjaman luar negeri
- Pendapatan dari luar negeri :
- TKI
- Wisatawan Asing
E. EKSPOR DAN IMPOR
- Ekspor
- Adalah kegiatan perdagangan suatu perusahaan untuk mengeluarkan barang dari dalam negeri dan memperdagangkannya diwilayah negara lain.
- Negara yang menjual barang dan jasa ke negara lain disebut negara pengekspor.
- Impor
- Kegiatan pedagangan suatu perusahaan untuk memasukan barang dari luar negeri untuk dipedagangkan atau diperjualbelikan di dalam negeri.
- Negara yang membeli barang dan jasa ke negara lain disebut negara pengimpor.
F. DAMPAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL BAGI PEREKONOMIAN INDONESIA
1. Dampak Positif
a.
Terpenuhi
kebutuhan akan berbagai macam barang dan jasa
b.
Penduduk di negara
yang bersangkutan dapat memperoleh barang dan jasa dengan mudah dan murah
sebagai akibat dari adanya efisiensi dan spesialisasi
c.
Devisa negara
meningkat
d.
Terbukanya
kesempatan kerja
e.
Terciptanya persahabatan
dan kerja sama antarnegara di berbagai bidang
f.
Terdorongnya
kegiatan ekonomi dalam negeri
2. Dampak Negatif
a.
Mundurnya industri
dalam negeri jika masyarakat lebih menyukai produk-produk yang
diimpor dari luar negeri
b.
Munculnya
ketergantungan terhadap negara-negara maju sebagai pemilik faktor-faktor
produksi
G. HAMBATAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
1. Kuota
Kebijakan untuk membatasi jumlah ekspor dan impor dari suatu negara tertentu.
2. Larangan Impor
Kebijakan suatu negara melarang impor untuk produk-produk tertentu.
Contoh : Tahun 2020 Eropa melarang impor minyak kelapa sawit ( CPO ) dari Indonesia
3. Tarif ( Pajak Ekspor/impor )
Kebijakan penetapan pajak atas barang ekspor dan impor. Pajak akan menyebabkan harga barang menjadi lebih mahal.
4. Subsidi
Kebijakan untuk memberikan bantuan kepada produsen dalam negeri agar mereka tetap tertarik untuk memproduksi komoditas tertentu. Hal ini menyebabkan terjadinya pengurangan barang impor dari negara lain.
Contoh Indonesia memberikan subsidi kepada petani untuk menanam padi, sehingga jumlah impor beras menurun.
5. Embargo Ekonomi
kebijakan untuk tidak berhubungan dengan suatu negara dalam bidang ekonomi, khususnya perdagangan internasional.
6. Politik Dumping.
Menjual barang di luar negeri lebih murah dibandingkan di dalam negeri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar