Powered By Blogger

Rabu, 13 Januari 2021

IPS 8 BAB III. Ketergantungan Antarruang dan Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Masyarakat

 

A.      Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang serta Peran  Pelaku Ekonomi dalam Suatu Perekonomian

1.       Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dalam Permintaan, Penawaran, dan Teknologi.

                Setiap daerah di Indonesia memiliki sumber daya alam yang beranekaragam. Ada yang memiliki kelapa sawit, ada juga yang memiliki emas. Perbedaan potensi inilah yang dapat mengakibatkan terjadinya permintaan dan penawaran, yang menimbulkan aktivitas perdagangan.

Perbedaan potensi daerah ini juga menyebabkan perbedaan keunggulan masing-masing daerah. Perbedaan potensi daerah bisa terjadi karena perbedaan teknologi. Setiap daerah memiliki keunggulan komparatif tersendiri.

Misalnya Kaltim penghasil batubara dan minyak. Sedangkan Jawa Barat penghasil beras.
Dalam ilmu ekonomi, perdagangan kedua daerah akan saling menguntungkan jika bersedia bertukar minyak  dan beras. Keuntungan dari pertukaran sumber daya inilah yang menyebabkan terjadinya interaksi dalam dan  antarruang berupa kegiatan perdagangan.

Diperlukan kerja sama antardaerah mengingat adanya perbedaan dan keterbatasan sumber daya alam yang ada di setiap daerah. Diharapkan suatu daerah dapat menyokong daerah lain yang kekurangan.

Hal ini juga dapat mempererat integrasi antardaerah di Indonesia, yang pada gilirannya menghasilkan persatuan dan kesatuan.


Aktivitas perdagangan akan terjadi jika ada produk yang diperdagangkan. Untuk menghasilkan produk perlu dilakukan kegiatan produksi, yang merupakan salah satu kegiatan ekonomi.

Kegiatan ekonomi akan berjalan jika ada pelaku-pelaku yang menjalankan kegiatan ekonomi, yang meliputi rumah tangga keluarga, rumah tangga perusahaan, rumah tangga pemerintah, dan rumah tangga luar negeri.

 

2.       Pengertian Pelaku Ekonomi 

Pelaku ekonomi adalah orang/lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi. Ada 4 (empat) pelaku ekonomi, yaitu :
  1. rumah tangga keluarga/konsumen /rumah tangga konsumen (RTK)
  2. rumah tangga perusahaan/produsen, /RTP
  3. rumah tangga pemerintah, (mengatur, mengendalikan, serta mengadakan control terhadap jalannya roda perekonomian )
  4. rumah tangga luar negeri. ( kegiatan ekspor impor )
Pelaku ekonomi di atas memiliki peran sebagai produsen, konsumen, distributor dan pengatur kegiatan ekonomi.  Peran Rumah Tangga Keluarga/Rumah Tangga Konsumen (RTK)

3.       Peran Pelaku Ekonomi dalam Perekonomian

a.     Peran Rumah Tangga Keluarga/Rumah Tangga Konsumen (RTK)
Rumah tangga konsumen memiliki dua peran, yaitu :

·         sebagai konsumen : mengonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produsen

Rumah tangga keluarga/ konsumen harus memiliki pendapatan. Pendapatan rumah tangga keluarga diperoleh dari penggunaan faktor produksi yang dimilikinya. Pendapatan rumah tangga  keluarga terdiri atas:

1)       Sewa (rent), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah menyewakan tanahnya, rumah, Gedung, mobil dsb kepada perusahaan.

2)       Upah (wage), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam kegiatan produksi.

3)       Bunga (interest), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah meminjamkan sejumlah dana untuk modal usaha perusahaan dalam kegiatan produksi.

o    Laba/keuntungan (profit), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah memberikan kontribusi berupa tenaga dan pikirannya dalam mengelola perusahaan sehingga perusahaan memperoleh laba.

o    sebagai penyedia faktor produksi, yang meliputi penyediaan lahan, tenaga kerja, modal, dan keahlian.

 

·         sebagai penyedia faktor produksi, yang meliputi penyediaan lahan, tenaga kerja, modal, dan keahlian.

Peran kedua rumah tangga konsumen adalah sebagai penyedia factor produksi bagi rumah tangga produsen, salah satunya sebagai penyedia tenaga kerja. Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi yang penting bagi setiap perusahaan.
Untuk menciptakan barang dan jasa dibutuhkan berbagai macam faktor produksi.

Secara umum, faktor produksi dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu :

1.       Alam  (hasil alam, lahan),

2.       Modal : uang, barang modal ( mesin,Gedung, alat alat produksi )

3.       tenaga kerja (memperoleh balas jasa berupa gaji).

4.       kewirausahaan :

kemampuan mengatur, mengorganisasikan, serta mengambil risiko dalam menjalankan suatu usaha. Keistimewaan dari kewirausahaan terletak pada kreativitas dan inovasi.

Pelaku kewirausahaan adalah seorang wirausahawan. Rumah tangga konsumen yang memiliki faktor produksi kewirausahaan akan mendapat balas jasa berupa  keuntungan/laba .

 

b.       Peran Rumah Tangga Perusahaan/Rumah Tangga Produsen (RTP)

Peran pertama dari rumah tangga perusahaan adalah memproduksi barang/jasa. Barang/jasa yang dihasilkan perusahaan kemudian ditawarkan kepada konsumen atau pembeli. hubungan rumah tangga keluarga dan rumah tangga produsen digambarkan pada diagram berikut.

 


 c.        Peran Rumah Tangga Pemerintah

1)       Pengatur atau Regulator dalam Perekonomian

Pemerintah berperan sebagai pengatur atau regulator dalam perekonomian suatu negara. Perekonomian harus diatur sehingga perekonomian dapat menyejahterakan masyarakat secara adil dan merata.

2)       Konsumen

pemerintah membutuhkan sarana dan prasarana penunjang, yang dibeli dari rumah tangga perusahaan/produsen.

3)       Produsen

Pemerintah memproduksi barang atau jasa, melalui BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Contoh : PT KAI, PLN Persero, BNI 46, IPTN, PINDAD, PT Perkebunan, Pertamina, PT Garuda Indonesia.

d.       Peran Rumah Tangga Luar Negeri

Peran masyarakat luar negeri dalam perekonomian terlihat nyata dalam perdagangan internasional ( Ekspor dan Impor )


Sekian dahulu, disambung lagi minggu depan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar