Selasa, 16 Februari 2021

IPS 8 : Penguatan Ekonomi Maritim dan Agrikultur di Indonesia

 

C. Penguatan Ekonomi Maritim dan Agrikultur di Indonesia

  1. Penguatan Ekonomi Maritim

a.      Potensi Ekonomi Maritim Indonesia

Ekonomi kelautan (marine economy) merupakan kegiatan ekonomi yang dilakukan di wilayah pesisir dan lautan serta di darat yang menggunakan sumber  daya alam (SDA) dan jasa-jasa lingkungan kelautan untuk menghasilkan barang dan jasa.

Nelayan menangkap ikan

Ekonomi maritim (maritime economy) merupakan kegiatan ekonomi yang mencakup transportasi laut, industri galangan kapal dan perawatannya, pembangunan dan pengoperasian pelabuhan beserta industri dan jasa terkait.


industri galangan kapal ( ekonomi maritim )


Pelabuhan Tanjung Priok ( ekonomi maritim )


b.      Kondisi Ekonomi Maritim di Indonesia dan Negara-Negara ASEAN
Pembangunan ekonomi maritim akan membawa industri pada kebutuhan akan sumber daya manusia kemaritiman dan inovasi teknologi yang berbasis pada pendidikan kemaritiman yang unggul dan modern.
Pembangunan di bidang kelautan diarahkan untuk mencapai empat tujuan, yakni:

1)      Pertumbuhan ekonomi tinggi secara berkelanjutan.

2)      Peningkatan kesejahteraan seluruh pelaku usaha, khususnya para nelayan, pembudidaya ikan, dan masyarakat kelautan lainnya yang berskala kecil.

3)      Terpeliharanya kelestarian lingkungan dan sumber daya kelautan.

4)      Menjadikan laut sebagai pemersatu dan tegaknya kedaulatan bangsa

 

Kondisi ekonomi maritim di Indonesia, dilihat dari:

a)      Sektor Pelayaran
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, industri pelayaran merupakan infrastruktur dan tulang punggung kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun dalam realita, industri pelayaran nasional saat ini dalam kondisi belum begitu baik. Ditinjau dari segi daya saing, pangsa muatan armada kapal nasional masih tergolong rendah

b)      Sektor Perikanan
Potensi sektor perikanan Indonesia sangat besar dan sepantasnya Indonesia
menjadi negara industri perikanan terbesar di Asia. Namun demikian, kontribusi
sektor perikanan terhadap pendapatan nasional masih rendah.

( JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat peningkatan nilai produksi ikan tahun 2017 memberi sumbangsih besar pada penerimaan negara bukan pajak ( PNBP). PNBP sektor perikanan tahun 2017 sekaligus merupakan yang tertinggi kenaikannya dalam kurun waktu lima tahun terakhir. "PNBP sumber daya perikanan naik dari Rp 214,44 miliar di tahun 2014 menjadi Rp 490,23 miliar di tahun 2017, naik 129 persen atau tertinggi dalam lima tahun terakhir," kata Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto di gedung KKP, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018). Menurut Rifky, peningkatan produksi produk perikanan dan kelautan juga tercermin dari tumbuhnya nilai ekspor tahun 2017. Nilai ekspor produk perikanan tercatat naik 8,12 persen, dari 3,78 miliar dolar AS pada Januari-November 2016 menjadi 4,09 miliar dolar AS pada Januari-November 2017.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KKP Sebut PNBP Sektor Perikanan 2017 Tertinggi dalam 5 Tahun", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/01/11/211200426/kkp-sebut-pnbp-sektor-perikanan-2017-tertinggi-dalam-5-tahun.
Penulis : Andri Donnal Putera )

c)      Sektor Pariwisata Bahari
Pengembangan pariwisata bahari diyakini dapat mempunyai efek berganda (multiplier effect) yang dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mendatangkan wisatawan yang berasal dari luar negeri (devisa).

( transportasi – penginapan - obyek wisata - rumah makan - pusat kerajinan - pusat oleh oleh – dll )
Selain itu, pengembangan pariwisata bahari mempunyai dampak positif untuk tumbuh-bangkitnya jiwa dan budaya bahari yang dapat memberikan efek berganda dalam mendorong terwujudnya negara maritim yang tangguh



 

c.       Strategi dan Kebijakan Pengembangan Ekonomi Maritim di Indonesia

Kebangkitan ekonomi kelautan Indonesia ditandai dengan perubahan paradigma pembangunan nasional, dari pembangunan berbasis daratan (land-based development) menjadi pembangunan berbasis kelautan (ocean-based development).

Hal ini akan memacu berbagai produk kebijakan publik, infrastruktur, dan sumber daya finansial yang terintegrasi menunjang pembangunan kelautan.

Maka pelabuhan, armada pelayaran (transportasi laut) akan lebih maju dan efsien.

Konektivitas maritim juga akan memberikan jaminan kesatuan ekonomi dan menekan perbedaan harga serta kesenjangan ekonomi antarwilayah.

Dalam menyambut ASEAN Connectivity, Indonesia menyiapkan lima pelabuhan besar yaitu Pelabuhan Belawan di Sumatra Utara, Pelabuhan Tanjung  Priok di Jakarta, serta pelabuhan-pelabuhan di Surabaya, Makassar, dan Kalimantan.

Menjelang pemberlakuan MEA, mengatasi masalah sektor perikanan menjadi sebuah keharusan. Kendala kita menghadapi MEA sekarang ini sesungguhnya pada pemberdayaan nelayan karena nelayan sebagai pelaku utama perikanan. Jika nelayan tidak juga beranjak dari kemiskinan, maka produktivitas menangkap ikan menurun, dampaknya pendapatan akan turun.

 

2.      Penguatan Agrikultur di Indonesia

Agrikultur merupakan kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, sumber energi, atau untuk mengelola lingkungan hidupnya.

Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam agrikultur biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman, bercocok tanam, atau pembesaran hewan ternak. Agrikultur dapat pula  berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti  penangkapan ikan atau eksploitasi hutan

Contoh kegiatan agrikultur :

1. Produksi Barang Agrikultur

      Jenis produksi tersebut meliputi kayu, kulit hewan, dan produksi makanan

2. Industri Kimiawi

      Kanji, gula, damar, dan alkohol merupakan contoh ekonomi agrikultur di bidang industri kimiawi. Kanji berasal dari tanaman singkong, gula berasal dari tanaman tebu, damar dan alkohol yang semuanya merupakan produk yang berasal dan diperoleh melalui industri kimiawi.

3. Industri Serat-serat

      Industri serat merupakan insmdustri yang menghasilkan serta seperti wol, sutera, rami, dan rami halus.

4. Industri Bahan Bakar

      Bahan bakan alami seperti biodiesel, metana, etanol dan biomassa

5. Industri Bunga Potong dan Tanaman Hias

      Bunga potong dan tanaman hias menjadi salah satu sumber devisa negara dari sektor pertanian.

6. Penjualan Bibit Tanaman

      Penjualam bibit tanaman baik tanaman kebun, hewan, ikan atau tanaman hias

7. Sektor Perikanan

8. Peternakan Burung :  burung kicau, burung puyuh

9. Penjualan Binatang Peliharaan : Anjing kucing

10. Obat-obatan ( herbal )

 

Potensi Agrikultur di Indonesia

Produk pertanian Indonesia yang berpotensi menjadi andalan adalah produk pertanian segar dalam bentuk buah-buahan dan sayuran, rempah-rempah  dan Bahan Bakar Nabati (BBN) yaitu biodiesel, methanol, etanol.

Pertanian merupakan sektor yang memiliki peranan signifkan bagi perekonomian Indonesia. Sektor pertanian menyerap 35.9% dari total angkatan kerja di Indonesia dan menyumbang 14.7% bagi pendapatan nasional Indonesia (BPS: 2012)

 

Peran Agrikultur di Indonesia

Pertanian atau agrikultur merupakan sektor primer dalam perekonomian Indonesi. Pertanian  menyumbang hampir setengah dari perekonomian. Dan sebagai penghasil devisa negara melalui ekspor.

Pembangunan agrikultur atau pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain:

      potensi sumber daya alam yang besar dan beragam,

      pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar,

      besarnya pangsa terhadap ekspor nasional,

      besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini,

      perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan

 

Hambatan Pengembangan Agrikultur di Indonesia

1)      Skala usaha pertanian pada umumnya relatif kecil;
2) Modal terbatas;
3) Penggunaan teknologi masih sederhana;
4) Sangat dipengaruhi musim;
5) Pada umumnya berusaha dengan tenaga kerja keluarga;
6) Akses terhadap kredit, teknologi, dan pasar rendah;
7) Pasar hasil pertanian sebagian besar dikuasai oleh pedagang-pedagang besar sehingga akan merugikan petani;
8) Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan nonpertanian;
9) Kurangnya penyediaan benih yang bermutu bagi petani

 

3.      Strategi Pengembangan Agrikultur di Indonesia

a.       Ekofarming
Strategi ekofarming merupakan peningkatkan sistem budidaya di sector  pertanian yang ramah lingkungan dan terintegrasi dengan kearifan lokal di setiap daerah di Indonesia.

b.      Distribusi Pupuk Secara Merata

Strategi yang kedua ini, berupa distribusi pupuk secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

c.       Perbaikan Irigasi / Pengairan

 

 

 

Semoga bermanfaat, jangan lupa tetap semangat dan tetap jaga Kesehatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar