Powered By Blogger

Rabu, 21 Oktober 2020

IPS Kelas VIII : Saluran mobilitas Sosial

 

IPS Kelas VIII : Saluran mobilitas Sosial

 

  1. Pendidikan

Pendidikan merupakan saluran bagi mobilitas vertikal yang sering digunakan karena melalui pendidikan orang dapat mengubah statusnya

https://jateng.tribunnews.com/2016/11/21/tak-terasa-waktu-begitu-cepat-raeni-anak-tukang-becak-itu-sudah-lulus-s2-di-inggris

 

  1. Organisasi Profesi

Contoh organisasi profesi lainnya yang dapat dijadikan sebagai saluran mobilitas vertikal adalah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

  1. Ekonomi

Organisasi ekonomi memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertikal. Organisasi ekonomi itu antara lain koperasi dan badan usaha. Dalam organisasi ini posisi sosial bersifat relatif terbuka.

 

  1. Organisasi Politik

Sebagai contoh, Presiden Republik Indonesia pertama Ir Sukarno. Ketika mendirikan Partai Nasional Indonesia, Sukarno tidak memiliki jabatan di pemerintahan. Namun, melalui perjuangan politiknya,

Sukarno semakin dikenal rakyat dan penjajah. Pada saat kemerdekaan, Sukarno dipilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

Pada masa sekarang Seorang anggota parpol yang profesional dan punya dedikasi yang tinggi serta loyal terhadap partainya, kemungkinan besar akan cepat mendapat status dalam partainya, bahkan mendapat peluang yang besar menjadi anggota dewan legislatif maupun eksekutif

Keterangan : Seorang tukang ojek yang terpilih sebagai anggota DPRD, maka status sosialnya akan berubah.

5.       Angkatan Bersenjata

Seseorang yang tergabung dalam angkatan bersenjata biasanya ikut berjasa dalam membela nusa dan bangsa sehingga dengan jasa tersebut ia mendapat sejumlah penghargaan dan naik ke status yang lebih tinggi.

https://www.merdeka.com/peristiwa/4-kisah-haru-anak-orang-miskin-bisa-jadi-perwira-tni.html?page=2

 

6.       Lembaga Keagamaan

Lembaga ini merupakan salah satu saluran mobilitas vertikal, meskipun setiap agama menanggap bahwa setiap orang mempunyai kedudukan yang sederajat, tetapi pemuka-pemuka agama selalu berusaha keras untuk menaikkan status sosial mereka.

7.       Perkawinan

Melalui perkawinan seseorang dapat menaikkan statusnya. Misalnya, seorang wanita yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja menikah dengan pria yang status sosial ekonominya lebih tinggi. Hal ini tentu saja dapat mengakibatkan naiknya status sosial ekonomi wanita tersebut.

8.       Organisasi Keolahragaan

Melalui organisasi keolahragaan seseorang dapat meningkatkan statusnya ke strata yang lebih tinggi.

 

 

 

       Dampak Mobilitas Sosial

a. Dampak Positif

  1. Mendorong Seseorang untuk Lebih Maju.

Kesempatan untuk pindah dari dan ke strata yang lain dapat menimbulkan motivasi yang tinggi pada diri seseorang

2.       Mempercepat Tingkat Perubahan Sosial

Tingginya tingkat pendidikan secara langsung mendorong terjadinya perubahan sosial budaya dalam masyarakat.

3.       Meningkatkan Integrasi Sosial

Sikap mau menerima pengaruh yang diakibatkan mobilitas sosial tentu merupakan salah satu contoh terjadinya integrasi dalam masyarakat.

 

Dampak Negatif

  1. Terjadinya Konflik

Upaya sesorang atau kelompok untuk mencapai posisi sosial yang tinggi kadang menimbulkan persaingan.

Dalam tataran yang lebih kompleks persaingan dapat menjelma menjadi konflik seperti perebutan kekuasaan, menjatuhkan saingan

 
2.     Gangguan Psikologis

 Banyak orang yang setelah kehilangan jabatan, baik karena diganti maupun karena sudah selesai masa tugasnya (pensiun), menjadi mudah gelisah.