Powered By Blogger

Rabu, 18 November 2020

IPS VIII. Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial

 

Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial
1. Konflik dalam Kehidupan Sosial

a.      Pengertian Konflik

Pengertian konflik menurut ahli:

A.     Menurut Robert M.Z. Lawang, konflik adalah perjuangan untuk memperoleh hal-hal yang langka, seperti nilai, status, kekuasaan, dan sebagainya dengan tujuan tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan pesaingnya. Konflik terjadi karena benturan kekuatan dan kepentingan antara satu kelompok dan kelompok lain dalam rangka memperebutkan sumber-sumber kemasyarakatan (ekonomi, politik, sosial, dan budaya) yang relatif terbatas.

B.      Menurut Kartono, konflik merupakan proses sosial yang bersifat antagonistik dan terkadang tidak bisa diserasikan karena dua belah pihak yang berkonflik memiliki tujuan, sikap, dan struktur nilai yang berbeda, yang tercermin dalam berbagai bentuk perilaku perlawanan, baik yang halus, terkontrol, tersembunyi, tidak langsung, terkamuflase maupun yang terbuka dalam bentuk tindakan kekerasan.

Konflik dikelompokan menjadi :

1.       Konflik antar individu

2.       Konflik individu dengan kelompok

3.       Konflik kelompok dengan kelompok

b.      Faktor-Faktor Penyebab Konflik Sosial

1)      Perbedaan Individu
Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial. Sebab, dalam menjalani hubungan sosial,seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Sebagai contoh, para siswa dalam satu kelasmu tentu berbeda tanggapannya ketika mendengarkan music dangdut. Ada yang merasa terganggu karena suara gendang, tetapi ada pula yang
merasa terhibur.

2)      Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan
Orang dibesarkan dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda-beda. Dalam lingkup yang lebih luas, berbagai kelompok kebudayaan bisa saja memiliki nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan inilah yang dapat mendatangkan konflik sosial, sebab kriteria tentang sopan-tidak sopan, pantas-tidak pantas, atau bahkan berguna atau tidak bergunanya sesuatu baik itu benda fisik maupun nonfisik bisa berbeda-beda.

3)      Perbedaan Kepentingan

Bentrokan kepentingan dapat terjadi di bidang ekonomi, politik, dan sebagainya. Hal ini karena setiap individu memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda dalam melihat atau mengerjakan sesuatu. Dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang
berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antarkelompok atau antara kelompok dan individu.

4)      Perubahan-Perubahan Nilai yang Cepat

Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan itu akan menyebabkan konflik sosial.
Suatu konflik mempunyai kecenderungan atau kemungkinan untuk mengadakan penyesuaian kembali norma-norma dan hubungan-hubungan sosial dalam kelompok bersangkutan dengan kebutuhan individu maupun bagian-bagian kelompok tersebut.

 c.       Akibat-akibat Konflik Sosial

1)      Meningkatnya Solidaritas Sesama Anggota Kelompok
Terjadinya konflik dengan kelompok lain justru dapat meningkatan solidaritas sesama anggota kelompok (in-group solidarity) yang sedang mengalami konflik dengan kelompok lain.

2)      Retaknya Hubungan Antarindividu atau Kelompok
Konflik yang terjadi antarindividu atau antarkelompok dapat menimbulkan keretakan hubungan. Keretakan tersebut dapat terjadi sementara ataupun permanen. Kalian mungkin pernah konflik dengan temanmu, yang menyebabkan dalam beberapa waktu tidak terjalin hubungan yang baik. Namun, karena kemudian saling menyadari kesalahan, kalian berdua akhirnya saling memaafkan.

3)      Terjadinya Perubahan Kepribadian para Individu
Perubahan kepribadian dapat terjadi pada kedua belah pihak yang mengalami konflik. Kedua belah pihak dapat saling menyesuaikan atau justru masing-masing mempertahankan kebenaran yang diyakini.

4)      Rusaknya Harta Benda dan Bahkan Hilangnya Nyawa Manusia
Konflik yang berujung pada kekerasan fisik dapat menyebabkan kerusakan dan hilangnya nyawa manusia. Sebagai contoh, konflik yang diakhiri dengan peperangan.

5)      Terjadinya Akomodasi, Dominasi, Bahkan Penaklukan Salah Satu Pihak yang Terlibat dalam Pertikaian

 d.       Cara Menangani Konflik

1)      Menghindar

Orang ini berusaha menjauhi masalah yang menimbulkan konflik ataupun orang yang bertentangan dengannya.  Kadang orang merasa tidak ada manfaatnya melanjutkan konflik dengan orang atau kelompok lain.

2)      Memaksakan Kehendak

Terdapat individu atau k lelompok yang memandang bahwa pendapatnya atau idenya paling benar. Oleh karena itu, dengan segala cara, konflik harus berakhir dengan kemenangan di pihaknya.

3)      Menyesuaikan Kepada Keinginan Orang Lain

Terdapat individu yang ingin diterima dan disukai orang lain. Ia merasa bahwa konflik harus dihindari demi keserasian (harmoni) dan ia yakin bahwa konflik tidak dapat dibicarakan jika merusak hubungan baik. Ia mengorbankan tujuan pribadi untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain.

4)      Tawar Menawar

Dalam proses tawar-menawar, individu akan mengorbankan sebagian tujuannya dan meminta lawan konflik mengorbankan sebagian tujuannya juga.

5)      Kolaborasi

Kolaborasi memandang konflik sebagai masalah yang harus diselesaikan. Atas dasar itu, dicarilah cara-cara untuk mencari cara mengurangi ketegangan kedua belah pihak. Ia berusaha memulai sesuatu pembicaraan yang dapat mengenali konflik sebagai suatu masalah dan mencari pemecahan yang memuaskan keduanya

2. Integrasi Sosial

Faktor-faktor Terbentuknya Integrasi

Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebur dapat meliputi ras, etnis, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan lain sebagainya.

William F. Ogburn dan Meyer Nimkoff memberi syarat terjadinya integrasi sosial, yaitu sebagai berikut:

  1. Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan kebutuhan mereka.
  2. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai nilai dan norma.
  3. Nilai dan norma sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten.

Bentuk-bentuk integrasi sosial:

  1. Integrasi normatif:

integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat. Contoh: masyarakat Indonesia dipersatukan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

  1. Integrasi fungsional:

integrasi yang terbentuk sebagai akibat adanya fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat. Sebagai contoh, suku Bugis melaut, Jawa bertani, Minang pandai berdagang.

  1. Integrasi koersif:

integrasi yang dilakukan dengan cara paksaan. Hal ini biasanya dilakukan bila diyakini banyaknya akibat negatif jika integrasi tidak dilakukan, atau pihak yang diajak untuk melakukan integrasi sosial enggan melakukan/ mencerna integrasi.

Proses integrasi dilakukan melalui dua hal, yaitu:

  1. Asimilasi: bertemunya dua kebudayaan atau lebih yang saling memengaruhi sehingga memunculkan kebudayaan baru dengan meninggalkan sifat asli tiap-tiap kebudayaan.
  2. Akulturasi: proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing (baru) sehingga kebudayaan asing (baru) diserap/diterima dan diolah dalam kebudayaan sendiri tanpa meninggalkan sifat asli kebudayaan penerima.

Faktor-faktor pendorong integrasi sosial:

  1. Adanya toleransi terhadap kebudayaan yang berbeda.
  2. Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi.
  3. Adanya sikap positif terhadap kebudayaan lain.
  4. Adanya sikap terbuka dari golongan yang berkuasa.
  5. Adanya kesamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
  6. Adanya perkawinan campur (amalgamasi) lintas suku dan ras.
  7. Adanya musuh bersama dari luar.

IPS IX : Dampak Globalisasi

 

Dampak Globalisasi

a.      Dampak Positif Globalisasi

1)      Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Globalisasi membawa masyarakat melakukan penyesuaian terhadap perubahan sosial budaya. Hal ini dapat dilihat dari minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan yang semakin besar.

2)      Meningkatnya Efektivitas dan Efisiensi

Efektivitas dapat diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan yang telah diinginkan. Cara yang tepat dan sesuai dengan yang diinginkan maka disebut efektif.
Efisien dapat diartikan sebagai tepat, cermat, berdaya guna, dan bertepat guna dalam melakukan sesuatu. Dengan kata lain efektif adalah melakukan tugas yang benar sedangkan efisien adalah melakukan tugas dengan tepat. Pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi

3)      Perekonomian Suatu Negara Semakin Meningkat

Globalisasi ekonomi tampak antara lain di bidang perdagangan, produksi, investasi, ideologi organisasi, pasar modal, dan pasar kerja. Globalisasi perekonomian ini mampu membawa banyak manfaat positif. Salah satu dampak positif kehadiran globalisasi ekonomi adalah semakin berkembang dan menggeliatnya perekonomian sebuah negara. Hal ini salah satunya karena
semakin banyak modal yang masuk ke sebuah negara. Indonesia juga
menjadi salah satu sasaran dunia internasional sebagai tempat terbaik untuk berinvestasi, terutama untuk sektor pertambangan, pertanian dan industry.

4)      Meningkatnya Taraf Hidup Masyarakat

Pengaruh positif dari globalisasi yang sebelumnya dibahas adalah meningkatkan perekonomian sebuah negara. Meningkatnya perekonomian suatu negara pada akhirnya dapat membuat peningkatan taraf hidup masyarakat. Dunia yang tanpa batas saat ini memungkinkan seseorang untuk berusaha meningkatkan taraf hidup dan keluarganya. Tidak sedikit warga negara kita yang bekerja di luar negeri untuk membiayai kebutuhan keluarganya di dalam negeri.

5)      Komunikasi Semakin Cepat dan Mudah

Saat ini komonikasi sudah bergeser diantaranya dengan surat elektronik (e-mail), internet, telepon, media jejaring sosial, dan sebagainya. Saat ini media komunikasi tersebut lebih disukai masyarakat karena dianggap lebih cepat dan murah.

6)      Berkembangnya Dunia Pariwisata

Globalisasi berdampak positif bagi perkembangan dunia pariwisata di suatu
negara, tak terkecuali di Indonesia. Tempat-tempat wisata di Indonesia
semakin dikenal masyarakat dunia lewat berbagai teknologi seperti
internet dan media sosial lainnya. Kesenjangan jarak tidak lagi menjadi
masalah karena didukung dengan kemudahan sesama transportasi.

7)      Perkembangan Alat Komunikasi dan Keterbukaan Informasi

Kita dimudahkan oleh media internet. Selain itu kita juga mendapatkan informasi lebih bebas, terbuka, dan mudah. Keterbukaan dan kebebasan informasi sangatlah penting terutama di masa globalisasi seperti sekarang. Saat ini informasi beredar secara global dan cepat. Berita, kejadian, atau hal-hal yang ada di belahan dunia mana pun, dalam hitungan menit setelah peristiwa terjadi dapat kita peroleh informasinya. Informasi yang masuk dan keluar tidak bisa dibendung. Akses informasi semakin terbuka lebar, masyarakat bisa mendapatkan berbagai informasi dengan mudah dan cepat.

 

b.       Dampak Negatif Globalisasi

1)      Westernisasi

Westernisasi adalah suatu perbuatan seseorang yang mulai kehilangan nasionalisme dengan meniru atau melakukan aktivitas kebarat-baratan. Westernisasi dilakukan di antaranya dengan cara meniru gaya hidup bangsa Barat seperti bangsa Eropa dan Amerika. Padahal, kalau kita cermati, gaya hidup dan perilaku bangsa Barat belum tentu sesuai dengan budaya kita.

2)      Demoralisasi

Globalisasi menyebabkan nilai-nilai sosial masyarakat memudar. Masyarakat mulai meninggalkan nilai dan norma sosial mereka. Memudarnya nilai dan norma sosial ini pada akhirnya dapat menyebabkan munculnya dekadensi moral atau demoralisasi. Dekadensi moral atau demoralisasi adalah menurunnya atau erosotnya akhlak atau moral seseorang. Ciri dari penurunan moral ini salah satunya ditunjukkan dari perilakunya yang bertentangan dengan nilai dan norma dalam masyarakat. Demoralisasi yang banyak kita jumpai saat ini antara lain pembunuhan, pencurian, korupsi, dan pergaulan bebas dan Tindakan kriminalitas lainnya.

3)      Kesenjangan Sosial Ekonomi

Kesenjangan sosial ekonomi adalah perbedaan yang tajam antara satu kelompok dengan kelompok lain dalam bidang sosial dan ekonomi.

Kesenjangan sosial ekonomi dapat terjadi karena pembangunan dan modernisasi tidak dilaksanakan secara merata dan berimbang. Ketidakmerataan pembangunan menyebabkan hasil pembangunan yang diterima masyarakat belum merata. Hasil-hasil yang dicapai dalam pembangunan dan globalisasi hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat saja.

4)      Kriminalitas

Kriminalitas yang semakin merajalela adalah dampak lanjutan dari segala
macam masalah sosial yang muncul di masyarakat.

Kejahatan lintas negara dipandang sebagai salah satu ancaman serius dalam keamanan global.

Faktor penyebab terjadinya kriminalitas adalah:
(a) pertentangan dan persaingan,
(b) perbedaan ideologi politik,
(c) kepadatan dan komposisi penduduk,
(d) perbedaan kekayaan dan pendapatan, dan
(e) mentalitas yang labil.

5)      Pencemaran Lingkungan

Masuknya perusahaan asing dan pembangunan sebagai proses dari
globalisasi telah membawa perubahan pula dalam lingkungan alam. Berbagai kemudahan telah kita rasakan sebagai dampak dari globalisasi. Namun demikian proses globalisasi yang tidak dibarengi dengan analisis masalah dan dampak lingkungan (AMDAL) sering menimbulkan malapetaka, yakni berupa pencemaran lingkungan.

6)      Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja disebut juga dengan istilah juvenille deliquency.
Kartini Kartono (1992) menjelaskan bahwa kenakalan remaja atau juvenile.
Delincuency sebagai gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh perilaku yang menyimpang. Kenakalan remaja juga dapat diartikan sebagai semua perbuatan anak remaja (usia belasan tahun) yang perlawanan dengan ketertiban umum (nilai dan norma yang diakui masyarakat) yang ditujukan pada orang, binatang, dan atau barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian pada pihak lain. Kenakalan remaja lebih banyak dipicu oleh sifat atau kepribadian jiwa remaja yang masih labil dan mencari jati diri.

Bentuk-bentuk kenakalan remaja di antaranya adalah seperti.

(a)   Kenakalan remaja yang menimbulkan korban fisik pada orang lain, seperti perkelahian, perampokan, pembunuhan.

(b)   Kenakalan remaja yang menimbukan korban materi, seperti perusakan,
pencurian, pencopetan, pemerasan.

(c)   Kenakalan remaja yang tidak menimbulkan korban di pihak lain, seperti penyalahgunaan narkoba.

(d)   Kenakalan yang melawan status, sebagai pelajar dengan cara membolos, mengingkari status sebagai anak dengan cara pergi dari rumah atau membantah perintah orang tua.

(e)   Kenakalan remaja nonkriminal adalah remaja yang cenderung tertarik pada kesenangan yang sifatnya menyendiri, apatis terhadap kegiatan masyarakat atau sekolah, melamun, mudah tersinggung, dan sebagainya.

(f)    Perasaannya sangat peka dan mudah terluka, cepat tersinggung dan
membesar-besarkan kekurangannya sendiri.

Gejala dari kenakalan remaja bentuk tersebut di antaranya adalah seperti
berikut:

(a)    mengebut di jalan.

(b)    membentuk kelompok-kelompok dengan aturan tidak etis, misalnya kelompok pergaulan bebas.

(c)     membentuk kelompok yang cenderung membawa ke arah destruktif,seperti kelompok tawuran, pemerasan.

(d)    Pengedaran gambar, atau VCD porno di kalangan anak remaja.

(e)    Memakai, mengedarkan, dan memasuki jaringan pemakaian narkoba dan obat-obat terlarang.

(f)      Tindakan indisipliner di sekolah, di rumah, di tempat umum, misalnya tidak masuk sekolah, membolos, tawuran, tidak patuh pada orang tua, dan guru.

(g)    Mencoret-coret dan merusak fasilitas umum.

(h)    Melakukan tindakan penyimpangan seksual yang tidak sesuai dengan nilai-nilai serta norma yang berlaku, misalnya pemerkosaan, pencabulan, kumpul kebo dan sebagainya.

(i)      Melakukan tindakan kriminal misalnya: mencuri, merampok, membunuh dan sebagainya.

Tahukah kamu mengapa para remaja melakukan kenakalan remaja?
Penyebab kenakalan remaja secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua:

(a)    Faktor Intern
Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari dalam diri remaja tersebut. Seperti :

(1)    Krisis Identitas

(2)    Faktor Kepribadian
Kepribadian yang tidak dapat dibentuk dengan baik akan mengarahkan remaja untuk melakukan kenakalan dan tindakan menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku.

(3)    Faktor status dan peranannya dalam masyarakat
Tindakan menyimpang terhadap hukum yang pernah dilakukan anak mendorong kembali si anak melakukan penyimpangan. Seorang anak yang pernah berbuat menyimpang terhadap hukum yang berlaku, sering kali pada saat kembali ke masyarakat status atau sebutan “eks atau mantan atau bekas” yang diberikan oleh masyarakat sulit terhapuskan sehingga anak tersebut kembali melakukan tindakan
penyimpangan hukum karena merasa tertolak dan terasingkan.

 

(b)    Faktor Ekstern
Faktor ekstern merupakan faktor-faktor penyebab yang berasal dari luar

diri remaja, seperti :

a.       Kondisi Lingkungan Keluarga
Kondisi orang tua di lingkungan keluarga dapat menyebabkan
terjadinya kenakalan remaja. Misalnya saja, orang tua yang disibukkan oleh karir dan pekerjaaan, menjadi kurang perhatian dan memberikan kasih sayang kepada anak. Selain itu, kesibukan mereka mengakibatkan kurangnya proses dialogis dan komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Penyebab kenakalan remaja pada anak dari keluarga mampu atau kaya bukan terletak pada materi, tetapi lebih pada kurangnya kasih sayang dan perhatian. Sementara pada keluarga yang kurang mampu, penyebab kenakalan remaja adalah kurangnya perhatian orang tua karena sibuk mencari nafkah, ketidakmampuan untuk rekreasi, kondisi perumahan yang tidak memenuhi syarat, ketidakmampuan orang tua menyekolahkan anak, suatu pengaruh
seseorang memiliki daya beli bukan karena faktor kebutuhan, tetapi
takut akan sebutan ketinggalan zaman dan hanya untuk memenuhi
gaya hidup dan sebagainya.

b.       Kontak Sosial dari Lembaga Masyarakat Kurang Baik
Apabila sistem pengawasan lembaga-lembaga sosial masyarakat terhadap pola perilaku anak muda sekarang kurang berjalan dengan baik, akan memunculkan tindakan penyimpangan terhadap nilai dan norma yang berlaku. Misalnya, mudah mentoleransi tindakan anak muda yang menyimpang dari hukum atau norma yang berlaku, seperti mabuk-mabukan yang dianggap hal yang wajar, tindakan perkelahian antara anak muda dianggap hal yang biasa saja. Sikap kurang tegas dalam menangani tindakan penyimpangan perilaku ini akan makin meningkatkan kuantitas dan kualitas tindak penyimpangan dikalangan anak muda.

c.       Kondisi Geografis atau Kondisi Alam Fisik
Kondisi geografis yang tidak subur, kering, tandus dapat juga menjadi penyebab seorang remaja melakukan tindakan menyimpang, terlebih pada individu yang bermental negatif. Tindakan kenakalan remaja akibat dari kondisi ini, misalnya melakukan pencurian, mengganggu keamanan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, melakukan pengrusakan.

d.       Faktor Kesenjangan Ekonomi dan Disintegrasi Politik
Kesenjangan yang nyata dan tampak antara orang kaya dan orang miskin menyebabkan kecemburuan sosial yang dapat diwujudkan dalam bentuk tindakan perusakan, pencurian, dan perampokan.
Disintegrasi politik (perang, konflik antarparpol dan sebagainya) dapat memengaruhi jiwa remaja yang kemudian bisa menimbulkan tindakan penyimpangan.

 

7)      Individualisme yang Semakin Tinggi

Individualisme bisa disebut sebagai perilaku yang mementingkan diri sendiri dan tidak mau tahu urusan atau kepentingan orang lain.

Di kota besar, sikap individualisme tampak jelas, bahkan dengan jarak tetangga yang berdekatan belum tentu saling mengenal. Hal tersebut terjadi karena sosialisasi yang dilakukan berdasarkan kepentingan semata. Kalangan generasi muda di desa juga mulai memiliki sikap individualis yang tinggi. Kepedulian terhadap sesama tampak mulai memudar sebagai salah satu gejala dari perilaku ini.

Upaya Menghadapi Globalisasi

a.       Upaya Menghadapi Gobalisasi Budaya

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi globalisasi di bidang budaya adalah :

1)      Menyaring setiap budaya asing yang masuk ke Indonesia untuk kemudian diadaptasi dan digunakan bersama-sama.

2)      Mempromosikan budaya asli Indonesia ke kancah internasional untuk menumbuhkan rasa cinta budaya Indonesia.

3)      Menyukai dan menggunakan produk-produk asli Indonesia.

4)      Memperkuat persatuan dan kesatuan antar warga Indonesia yang memiliki budaya beragam untuk bersatu melindungi budaya asli Indonesia agar tidak luntur terbawa arus globalisasi juga tidak hilang karena diklaim negara lain.

5)      Mematenkan setiap budaya Indonesia serta mempublikasikannya agar tetap terjaga dan menjadikan masyarakat Indonesia bangga memilikinya.

6)      Berpegang teguh pada nilai religius, spiritual dan memupuk rasa kebhinekaan agar Indonesia tetap berjaya dengan budayanya.

7)      Meningkatkan kualitas nilai keimanan dan moralitas masyarakat.

 

b.       Upaya Menghadapi Globalisasi IPTEK

Upaya yang dapat dilakukan diantaranya adalah :

1)      Berkompetisi dalam kemajuan iptek.

2)      Meningkatkan motif berprestasi.

3)      Meningkatkan kualitas/mutu Sumber Daya Manusia terutama di bidang penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi agar kita mampu bersaing.

4)      Selalu berorientasi ke masa depan.

5)      Meningkatkan penguasaan kita terhadap teknologi modern di segala bidang sehingga tidak tertinggal dan bergantung pada bangsa lain.

 

c.       Upaya Menghadapi Globalisasi Ekonomi

Beberapa upaya yang harus dilakukan dalam menghadapi globalisasi dalam bidang ekonomi adalah :

1)      Menyiapkan SDM yang kompeten, kompetitif dan memiliki kemampuan yang baik dalam menghadapi kompetisi globalisasi.

2)      Melaksanakan standarisasi dan sertifikasi bagi perusahaan dan Lembaga pemerintah untuk citra, kesungguhan dan kualitas produk.

3)      Menghilangkan praktek-praktek korupsi, kolusi, nepotisme dan manipulasi.

4)      Mendorong pengusaha-pengusaha lokal khususnya pengusaha kecil dan menengah untuk berkompetisi secara sehat.

5)      Mendorong munculnya produk-produk kreatif dan inovatif dari masyarakat Indonesi

 d.       Upaya Menghadapi Globalisasi Komunikasi

Upaya yang dapat dilakukan dalam upaya menghadapi globalisasi di bidang komunikasi :

1)      Memilih dan memanfaatkan alat komunikasi secara tepat dan sebaikbaiknya sesuai dengan fungsi dan kebutuhan.

2)      Memanfaatkan alat komunikasi demi kemajuan masa depan dan tidak menyalah gunakannnya.

3)      Memilih informasi dengan tepat dan bijaksana agar tidak mudah terpengaruh dan terhasut oleh informasi yang salah.

 e.       Upaya Menghadapi Globalisasi Tranportasi

Cara menghadapi agar globalisasi di bidang transportasi lebih tepat dan efisien :

1)      Memanfaatkan alat transportasi sesuai dengan jarak dan waktunya.

2)      Menggunakan alat transportasi tidak berlebihan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.

3)      Menjaga keberadaan alat transportasi lokal sebagai salah satu khasanah
budaya.